People come and go.

Ya seperti pada judul diatas, gue mau mengeluarkan unek-unek yang sudah terlalu lama gue pendam sendiri karena tidak ada tempat untuk mencurahkannnya. Bukannya tidak ada ada sih, lebih ke tidak tepat untuk dicurahkan ke seseorang. So, ya disinilah satu-satunya gue mencurahkan unek-unek yang gue pendam itu.

Tidak semua orang bisa dipercaya.
Tidak semua orang bisa dianggap baik.
Tidak semua orang bisa setia.
Tidak semua orang bisa menerima dengan baik.
Tidak semua orang bisa sepemikiran.

Mereka hanya melihat apa yang ingin mereka lihat.
Mereka hanya mendengar apa yang ingin mereka dengar.
Mereka hanya merasakan apa yang ingin mereka rasakan.

Itulah dunia yang gue rasakan, dimana semuanya terasa asing, berbeda dan entah itu hanya sugesti atau apapun itu. Semuanya terasa berat. Berat karena mungkin gue terlalu lemah atau memang semua ini berat seperti yang gue rasakan. Entalah. Yang pasti apapun yang gue rasakan orang lain belum tentu merasakan atau mungkin lebih merasakan yang lebih berat dari gue.

Sejujurnya, gue orang yang sangat mudah mempercayai orang lain, dulunya. Tapi dengan seiring berjalannya waktu dan dengan kejadian-kejadian yang membuat gue merasa kecewa, sakit, dan sebagainya itulah yang membuat rasa mudah itu menjadi sulit. Seharusnya disaat kita diuji kita mampu untuk menjadi lebih kuat dan lebih tangguh lagi. Namun lain dengan gue, semakin dikecewakan semakin sulit untuk mempercayai orang lain. Saat lu orang bisa dengan entengnya percaya dengan orang lain dan orang lainpun dengan entengnya pula mengkhianati kepercayaan lu, itu rasanya ngga lebih dari perihnya sakit. (paan si)

Maksud gue disini, seharusnya orang-orang diluar sana mengerti bagaimana rasanya mengkhianati dan dikhianati. Sehingga mereka sadar, kalau mereka melakukannya - inilah dampaknya untuk orang lain. Tapi untuk saat ini yang gue rasakan adalah, kenapa malah mereka hanya mengerti bagaimana menjadi pengkhianat. Meskipun itu dari hal-hal kecil.

Seseorang yang gue 'pernah; percayai' berkhianat dengan saatu hal kecil yang mungkin itu tidak disengaja (positif thinking) tetap saja rasanya menyakitkan.

Gini deh, gue ngga ngerti aja gitu orang bisa-bisanya berkhianat demi keuntungan diri sendiri. (disini gue bener-bener memilah kata-kata). Berat sebenernya untuk gue tuangkan disini tapi intinya ya gitu. Semoga yang gue maksud bisa kalian (pembaca) mengerti, ya.




Komentar