Jangan Sombong

Jadi hari ini ceritanya jadwal kuliah gue kosong tapi karena ada satu mata kuliah yang harus diganti, dosen gue mintalah hari ini sebagai penganti mata kuliah tersebut. Yang harusnya hari ini bisa leha-leha dirumah jadi harus segera ke kampus pagi-pagi. Dikarenakan gue anak yang sedikit rajin jadilah gue datang 5 menit lebih lambat dari yang dijadwalkan. Udah buru-buru nih ceritanya … setiba di kampus malah anak-anak kelas gue pada nongkrong didepan kelas. Alhasil kami semua menunggu di kelas (tepatnya di luar) sampai satu jam lebih dari yang telah dijadwalkan sebelumnya. Tiba-tiba salah satu temen gue datang dan ngomong dengan santai ‘ sepertinya dosen kita nggak datang lagi hari ini, kira-kira mau diganti hari apa lagi kawan?’ seketika dia ngomong gitu rasanya badan gue lemas ditempat. Berkali-kali keadaannya seperti itu, semester lalu sempat juga begitu dengan mata kuliah yang berbeda. Pernah satu kali dosennya bilang ‘ maaf ya, saya lupa kalau hari ini kita kuliah. tolong carikan saja hari penggantinya ya ‘ Waaaaah daebak dosennya nih. 

Inti dari cerita gue ini adalah kuliah itu tidak seindah di sinetron. Kuliah itu memang lebih minim peraturan dibanding SMA, tidak diharuskan pakai seragam, tidak diharuskan menggunakan sepatu hitam, tidak diharuskan pakai kaus kaki, tidak diharuskan harus menggunakan baju ini-ini-ini, tidak diharuskan membawa topi setiap upacara senin, dan berbagai peraturan yang mengikat kita waktu jaman SMA. Tidak ada lagi bawa tas berat-berat yang berisi buku tebal dengan beberapa buku latihan dan pr. Tidak ada guru yang setiap telat menyeret ke ruang piket untuk menerima hukuman. Tidak ada lagi kegiatan cabut ke kantin selama jam pelajaran. Ya begitulah dulu SMA itu. Sekarang beda, cuy. Di kampus, memang tidak diharuskan memakai seragam, tidak diharuskan menggunakan sepatu hitam, bahkan tidak ada lagi yang melarang lo buat memakai makeup mau itu tebel atau tipis ngga ada yang peduli. Kalau lo telat yaudah, die. Kecuali dosen lo berhati malaikat. Namun, setidak indahnya masa SMA yang kalian rasakan sekarang, berat dengan tugas dan peraturannya tidak sebanding dengan beratnya tugas yang lo terima di kampus. Kadang lo ke kampus cuma 15 - 30 menit dan lo langsung pulang, ‘enak dong kalau gitu’. Ya enak ngga perlu lama-lama duduk di kelas yang suntuk, tapi yang lo bawa pulang setelah kelas selesai banyak cuy, dosen lo masuk cuma nyebutin tugas yang harus lo kerjain segitu banyak dengan deadline hanya beberapa hari saja. Mending tugas kelompok, kalau dikasih tugas perorangan ? Mending tugas yang diberikan tidak seberapa tapi lo harus presentasi ke depan sendiri menyampaikan apa yang lo kerjain. Ya mau ngga mau lo harus siap, lo harus ngerti dengan apa yang udah lo persiapkan. Presentasi ke depan kelas itu ngga semudah yang lo pikirkan, dengan orang yang seperti gue ini sangat sulit. Pertama, gue harus siap mental berhadapan dengan banyak orang dihadapan gue. Kedua, gue harus berbicara yang baik agar audience gue ngerti apa yang gue sampaikan didepan. Ketiga, bahan presentasi gue harus semenarik mungkin dan se-sempurna mungkin agar dosen gue puas. 
Sebenernya, di kampus itu gue lebih ke perfectionist  dibanding SMA dulu. Dulu, gimana pun hasil tugas gue ya masa bodo aja. yang penting nilai gue nggak jelek aja udah cukup banget. Nah, sekarang? Nilai ngga jelek itu ngga bisa dibawa kemana-mana. Lo bawa ke dosen pembimbing akademik aja, udah die lo. Di awal semester nilai gue anjlok karena gue anggap kuliah-sekolah tuh sama aja ngga ada yang berbeda, dan ternyata gue salah. Disaat gue mau menemui dosen pembimbing akademik gue, disitulah gue mulai sadar bahwa kuliah-sekolah itu jauh berbeda. Saat gue konsultasi, gue di ceramahi panjang lebar di dalam satu ruangan yang cuma ada gue dan dosen gue. Disanalah gue baru sadar kalau gue ternyata selama ini sombong.

So, buat kalian yang masih SMA nikmati dulu lah masa itu. Nanti disaat kalian sudah menapakan kaki di sebuah kampus, beban yang kalian tanggung lebih berat dari pada yang selama ini telah kalian lalui. Terakhir, jangan pernah sombong. 

Komentar